Mengapa Kita Butuh Nutrisi

secara konsep nutrisi berbeda dengan makanan. Makanan adalah segala sesuatu yang kita makan. Nutrisi adalah apa yang terkandung dalam makanan tersebut. Secara simpelnya anda harus mengkonsumsi makanan yang memiliki nilai nutrisi yang seimbang. Coba cek semua kemasan makanan di dapur anda. Seharusnya, dibelakang produk itu, ada tertulis kandungan nutrisi, sertifikasi halal dan nomer Ijin Badan POM.

Anda memerlukan nutrisi yang memenuhi semua kebutuhan badan anda, tapi dengan nilai kalori yang rendah. Saat ini dengan pola kehidupan yang serba cepat, orang memiliki kecenderungan untuk memilih makanan yang cepat saji, yang sebetulnya memiliki nilai nutrisi yang sangat buruk dengan jumlah kalori yang berlebihan. Atau dikenal juga dengan kalori kosong.

Secara logika orang akan berpikir, untuk mengkonsumsi kalori lebih sedikit artinya kita perlu makan lebih sedikit. Dan kita akan mulai ber”diet” ala sendiri. Problem utama dari diet yang mengurangi makan adalah pada saat yang bersamaan dengan berkurangnya konsumsi makanan anda, anda juga mengurangi nilai nutrisi yang masuk ke dalam diri anda.

Saat anda mengurangi nutrisi yang masuk ke badan anda, badan anda akan mengalami defisiensi nutrisi. Keadaan ini justru memperlambat metabolisme anda. Jika kondisi ini terus berlanjut, anda akan merasa cepat lelah atau lesu, dan mudah mengalami stress. Dan jika terus berlanjut lagi, badan anda akan mengalami break-down. Biasanya anda akan mengalami masalah dengan kesehatan anda. Bisa dalam bentuk gangguan pencernaan seperti maag, dsb.

Saat anda bermasalah dengan kesehatan, anda akan cenderung kembali untuk makan normal. Kecenderungannya adalah anda biasanya akan makan dengan porsi makan yang lebih besar dibanding sebelum berdiet (dikenal dengan “balas dendam”). Hasilnya anda akan kembali gemuk. Ini adalah penyebab mengapa banyak dari orang yang mengalami diet YO-YO. Turun tapi kemudian naik lagi. Dan saat anda menggemuk kembali anda akan ber-diet lagi. Proses ini terus berlanjut seperti lingkaran yang tidak pernah berakhir.

Ber-diet dengan cara tidak makan atau puasa adalah cara yang terburuk dalam sejarah penurunan berat badan. Bbagaimana anda dapat menemukan makanan dengan kalori yang rendah tapi penuh dengan nutrisi yang dibutuhkan badan anda?

Almost Impossible!

Makan lebih sedikit, olah raga lebih banyak inilah solusi mudah yang kerap kali diucapkan orang untuk menjawab bagaimana caranya membakar lemak dalam tubuh dan memperoleh bentuk tubuh yang diinginkan.

Tapi, banyak sekali hal yang harus diperhatikan supaya tidak merusak sistem metabolisme dalam tubuh yang berakibat fatal terhadap tubuh Anda.

Terdapat beberapa tips yang harus Anda perhatikan supaya tidak merusak metabolisme tubuh dan mendapatkan bentuk tubuh sesuai keinginan.

  • Perencanaan. Seperti kata pepatah lama, “jika Anda gagal untuk merencanakan sesuatu, maka Anda memang berencana untuk gagal.” Kata Emma Leigh Synnott, seorang spresialis olaharga, nutrisi dan metabolisme, memiliki tujuan yang nyata dan menjalan target selama seminggu, kemungkinan besar apa yang direncanakan akan berjalan mulus. Namun, pastikan lagi bahwa perjuangan Anda tidak berakhir menjadi seorang yang phobia terhadap apa yang anda konsumsi. Jadi, pastikan diri Anda untuk menemukan keseimbangan dalam menjalani apa yang ingin dicapai.
  • Cukup tidur. Tidur berfungsi membantu memulihkan tubuh sehabis melakukan banyak kegiatan yang Anda kerjakan untuk membakar lemak. Peneliti dari University of Chicago melaporkan bahwa tidur kurang dari 7 sampai 8 jam setiap malam dapat meningkatkan nafsu makan, metabolisme lambat dan membuat lemak tersimpan banyak di dalam perut. Susah tidur juga dapat disebabkan karena salah dalam melakukan kegiatan pembakaran lemak. Makanya, banyak ahli menyarankan untuk olahraga tidak berlebihan sehingga bisa mengatur pola tidur Anda.
  • Kurangi camilan. Banyak orang merasa bahagia ketika menikmati cemilannya 4-6 kali per hari. Menurut penelitian para ahli di Purdue University, metode ngemil bisa menyabotase kerja keras Anda untuk membakar lemak. Itu semua disebabkan rata-rata 200 kalori terdapat pada semua jenis cemilan. Bahkan beberapa peneliti mengatakan, dalam kurun waktu 30 tahun belakangan ini, nilai kalori yang terdapat pada cemilan bertambah menjadi 600 kalori. Kalau Anda belum bisa berhenti ngemil, bisa dicoba dengan mengurangi porsi cemilannya setiap hari.
  • Mengetahui berapa banyak jumlah makanan yang Anda konsumsi. Dalam kasus ini, banyak orang yang justru salah dalam melakukannya. Sebagian besar menganggap remeh cara seperti ini. Padahal, dengan mengetahui berapa banyak jumlah makanan yang kita konsumsi bisa membantu Anda membakar lemak dengan muda.
  • Bergerak lebih banyak lagi. Banyak yang beranggapan bahwa membakar lemak hanya dapat dilakukan dengan rutin melakukan treadmill, kardio dan mengangkat beban. Tanpa banyak diketahui bahwa dengan melakukan kegiatan-kegiatan kecil juga mampu membakar lemak. Asalkan semua itu dilakukan secara rutin dan dalam keadaan bahagia.
  • Hilangkan kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda. Perlu diketahui bahwa 65 persen orang Amerika rutin mengonsumsi minuman bersoda di semua kondisi cuaca. Padahal, efek dari rutin mengonsumsi minuman bersoda itu adalah menimbulkan rasa lapar setiap waktu. Walaupun Anda sudah rutin berolahraga, hindari segala jenis minuman bersoda. Diet coke sekali pun. Justrugula yang terkandung di dalam diet coke lebih besar ketimbang minuman bersoda jenis lainnya.
  • Atur hari bebas. Melakukan olahraga untuk membakar lemak itu memang terasa sulit. Baik secara mental, maupun secara fisik. Itu sebabnya, banyak peneliti yang menyarankan untuk memiliki “free day”. “Free day” ini dilakukan untuk memberi waktu istirahat anda dari segala kegiatan rutin yang biasa Anda lakukan.
  • Angkat berat. Menurut penelitian, mengangkat beban adalah salah satu cara untuk membakar lemak lebih cepat. Tidak hanya berguna untuk kaum pria, kaum wanita pun bisa melakukan kegiatan ini.Selain mengaktifkan sistim kerja otot secara lebih, mengangkat beban juga berfungsi untuk meningkatkan metabolisme Anda.
  • Membuat jaringan pertemanan. Pergunakan orang di sekeliling untuk membantu kerja keras Anda membakar lemak. Beritahu teman, orang tua dan saudara akan niat Anda ini. Minta dukungan kepada mereka. Semakin tinggi dukungan yang Anda terima akan semakin baik.
  • Tambahkan variasi gerakan. Untuk hasil yang lebih maksimal, jangan hanya fokus pada satu gerakan saja. Cobalah mengganti jenis gerakan lainnya. Misalnya mulai dengan cardio seperti tredamill dan sepeda, lalu segera diikuti dengan rangkaian gerakan dumbbell. Lakukan kegiatan seperti ini berulang kali.
  • Gunakan alat sederhana. Apabila Anda tidak memiliki uang lebih untuk membeli alat pembakar lemak seperti treadmill, tidak perlu khawatir. Anda dapat membeli seuntai tali skipping yang harganya relatif murah. Lakukan lompatan menggunakan skipping sebanyak mungkin setiap hari, minimal 50 kali lompatan, maka Anda sudah melakukan gerakan yang dapat membantu membakar lemak.
  • Lakukan puasa intermiten. Puasa intermiten dapat diselipkan diantara kegiatan pembakaran lemak Anda. Puasa intermiten, puasa yang dilakukan selama 24 jam, dapat dilakukan 1 kali dalam seminggu. Memang, puasa jenis 1 ini terlihat ekstrem. Tapi, apabila dilakukan secara rutin puasa intermiten dapat menurunkan berat badan secara sehat dan juga dapat mempertahankan masa otot.
  • Konsumsi lemak sehat. Institute of Medicine merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat seperti kacang-kacangan, alpukat dan minyak yang mengandung lemak sehat dapat membantu Anda menghilangkan lemak lebih cepat. Tapi, pastikan berapa banyak lemak yang Anda butuhkan dalam menjalankan diet untuk mencegah diri Anda melakukan makan secara berlebih. Seperti biasa, hindari lemak trans yang tidak baik untuk tubuh Anda.
  • Konsumsi air mineral. Menurut penilitian, rajin mengonsumsi air mineral, dapat membantu Anda terhindar dari rasa lapar yang berlebihan. Anda dapat mengendalikan nafsu makan dengan cara meminum segelas air mineral sebelum dan sesudah makan. Hindari minum ketika sedang mengunyah makanan Anda.

Apa itu Obesitas ?

Seseorang yang memiliki berat badan 20% lebih tinggi dari nilai tengah kisaran berat badannya yang normal dianggap mengalami obesitas. Perbandingan normal antara lemak tubuh dengan berat badan adalah sekitar 25-30% pada wanita dan 18-23% pada pria. Jika kadar lemak seseorang melebihi ambang batas tersebut maka bisa disebut mengalami obesitas. Obesitas terjadi akibat dari penimbunan lemak tubuh yang berlebihan.

Pada obesitas terjadi ketidakseimbangan antara asupan dan pembakaran kalori dalam tubuh. Terjadinya obesitas melibatkan beberapa faktor, genetik, lingkungan, psikis, kesehatan, obat-obatan, perkembangan, dan aktivitas fisik. Komplikasi dari obesitas bisa berupa diabetes, hipertensi, stroke, serangan jantung, gagal jantung, atau kanker.

Obesitas digolongkan menjadi 3 kelompok :

  1. Obesitas ringa : kelebihan berat badan 20-40%
  2. Obesitas sedang : kelebihan berat badan 41-100%
  3. Obesitas berat : kelebihan berat badan >100%.

Gejala Obesitas

Gejala penimbunan lemak yang berlebihan dibawah diafragma dan di dalam dinding dada bisa menekan paru-paru, sehingga timbul gangguan pernafasan dan sesak nafas, meskipun penderita hanya melakukan aktivitas yang ringan. Gangguan pernafasan bisa terjadi pada saat tidur dan menyebabkan terhentinya pernafasan untuk sementara waktu (tidur apneu), sehingga pada siang hari penderita sering merasa ngantuk.

Prinsip utama pengobatan obesitas adalah pembatasan asupan kalori dan peningkatan aktivitas fisik. Keduanya merupakan komponen terpenting dalam pengaturan berat badan.

Pengertian obesitas dan kegemukan mempunyai makna yang berbeda-beda bagi tiap orang. Namun, sebagian besar orang menganggap kelebihan berat badan jauh melebihi berat yang diinginkan sebagai kegemukan.

Definisi obesitas, menurut para dokter, adalah kondisi di mana lemak tubuh berada dalam jumlah yang berlebihan. Kondisi ini disebut sebagai penyakit kronik yang bisa diatasi. Obesitas juga berhubungan dengan penyakit-penyakit yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Sementara itu, overweight atau kelebihan berat badan adalah keadaan di mana berat badan (BB) seseorang melebihi BB normal. Dari perkiraan 210 juta penduduk Indonesia tahun 2000, jumlah penduduk yang mengalami overweight mencapai 76,7 juta (17,5 persen) dan yang obesitas mencapai 9,8 juta (4,7 persen).

Istilah “normal”, “overweight”, dan “obese” dapat berbeda-beda pada tiap negara dan budaya. Oleh karena itu, WHO menetapkan suatu pengukuran atau klasifikasi obesitas yang tidak tergantung pada bias kebudayaan.

Metode yang paling banyak digunakan untuk mengukur tingkat obesitas adalah body mass index (BMI), yang didapat dengan cara membagi berat badan (kg) dengan kuadrat dari tinggi badan (meter). BMI dapat digunakan untuk menentukan seberapa besar seseorang dapat terkena risiko penyakit tertentu.

Nilai BMI normal Asia 18,5-22,9. Nilai 23-24,9 disebut kelebihan berat badan (overweight). Seseorang dikatakan obesitas bila BMI-nya di atas 30 atau dengan kata lain orang tersebut memiliki kelebihan BB sebanyak 20 persen.

Ada banyak penyakit yang berhubungan erat dengan kelebihan berat badan. Sebut saja tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, artritis, nyeri punggung, bahkan disfungsi seksual.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>